GEREJA MISI DAN GEREJA DOA

Minggu, 02 Desember 2012

KUASA UCAPAN SYUKUR YANG MENGGONCANGKAN LAGIT DAN BUMI


 Paulus dan Silas di penjara, di Filipi karena pemberitaan Injil tetapi waktu mereka di dalam penjara mereka memuji Tuhan sehingga terjadi gempa bumi yang hebat dan juga pintu penjara terbuka dan terlepaslah belenggu mereka. (Kisah para rasul 16:25-26). Demikian juga dengan kita, saat kita memuji Tuhan dan mengucap syukur maka kuasa Tuhan ternyata sehingga belenggu-belenggu yang kita alami terlepas.
1. Mengapa kita mengucap syukur?
    Waktu ada kesulitan datang, biasanya kita tidak mau mengucap syukur tetapi kalau hal yang baik, baru kita mengcuap syukur. Jadi, Tuhan menghendaki kita baik dan buruknya, kita harus mengucap syukur kepada Tuhan sehingga kuasa dan berkat Tuhan  ternyata dalam  hidup  kita. Dan kita juga senantiasa hidup  berkecukupan di dalam  segala sesuatu  (2 Korintus 9:8). Jadi kita yang selalu mengucap syukur membuka pintu hatinya Tuhan sehingga hal yang tidak baik menjadi baik.
     2. Kapan kita mengucap syukur?
        Kita sebagai orang percaya, kita harus mengucap syukur setiap hari, baik kita hidup dalam kecukupan maupun hidup dalam kekurangan. Filipi 4:11-12 di sana menyatakan bahwa; Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Paulus senantiasa mengucap syukur atas anugerah yang ia terima dari Tuhan (1 Korintus 1:4), demikian juga dengan kita.
       3. Kita menyerahkan semuanya dan mengucap syukur.
        Selama kita hidup di dunia, kita harus menyadari bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan (Roma 14:8-9). Oleh karena itu, kita tidak perlu kuatir menghadapi kesulitan. Jadi hal yang kita lakukan untuk mengatasi kesulitan yaitu kita berseru kepada Tuhan. Firman Tuhan berkata: Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui (Yeremia 33:3). Jadi masalah yang kita hadapi Tuhan Yesuslah yang bertanggungjawab, asalkan kita mengucap syukur.  Firman Tuhan berkata di dalam 1 Tesalonika 5:18: Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah               di dalam Kristus Yesus bagi kamu. AMIN

Khotbah : Pdt. Abraham Han
By May andreanus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar